VLSM (Variable Length Subnet Mask)
VLSM (Variable Length Subnet Mask)
VLSM adalah pengembangan mekanisme subneting, dimana dalam VLSM dilakukan peningkatan dari kelemahan subneting klasik, yang mana dalam clasik subneting, subnet zeroes, dan subnet- ones tidak bisa digunakan. selain itu, dalam subnet classic, lokasi nomor IP tidak efisien.
Pada metode VLSM subnetting yang digunakan berdasarkan jumlah host, sehingga akan semakin banyak jaringan yang akan dipisahkan. Tahapan perhitungan menggunakan VLSM IP Address yang ada dihitung menggunakan CIDR selanjutnya baru dipecah kembali menggunakan VLSM. Maka setelah dilakukan perhitungan maka dapat dilihat subnet yang telah dipecah maka akan menjadi beberapa subnet lagi dengan mengganti subnetnya.
Dalam penerapan IP Address menggunakan metode VLSM agar tetap dapat berkomunikasi kedalam jaringan internet sebaiknya pengelolaan network-nya dapat memenuhi persyaratan, sebagai berikut:
- routing protocol yang digunakan harus mampu membawa informasi mengenai notasi prefix untuk setiap rute broadcastnya (routing protocol : RIP, IGRP, EIGRP, OSPF dan lainnya, bahan bacaan lanjut protocol routing : CNAP 1-2),
- semua perangkat router yang digunakan dalam jaringan harus mendukung metode VLSM yan menggunakan algoritma penerus packet informasi
Misalnya, untuk Accounting Staff dibutuhkan 11 PC. Lalu untuk ruang Server dibutuhkan 3 buah PC. UntukIT Staff dibutuhkan 7 buah PC. Lalu untuk Operational Staff dibutuhkan 28 PC. Terakhir, untuk CS Staff dibutuhkan 30 buah PC.
Dikarenakan gedung tersebut mempunyai dua buah IP Lokal, maka kita akan membagi subnet mask untuk kebutuhan per lantai tersebut satu per satu.
Menggunakan IP Address 200.0.1.0/24
Diketahui :
Jumlah divisi = 5
Jumlah lantai = 5
Jumlah router per lantai = 5
:: Subnet untuk Router per divisi = 5x (5x 3 Host + 5x (NID+BID))
Berarti 2^n – 2 >= 125, n = 7, jumlah vlsm = 128
Net prefix = 32 – 7 = 25
Jumlah lantai = 5
Jumlah router per lantai = 5
:: Subnet untuk Router per divisi = 5x (5x 3 Host + 5x (NID+BID))
Berarti 2^n – 2 >= 125, n = 7, jumlah vlsm = 128
Net prefix = 32 – 7 = 25
Dikarenakan Net prefixnya berubah maka IP router berubah menjadi 200.0.1.0/25 – 200.0.1.127/25 dengan netmask 255.255.255.128. Dengan demikian, maka pembagian host per router sama dengan lima. Perhatikan gambar di bawah ini :


:: Subnet untuk Router per lantai = 5×2 Host + 5x(NID + BID) = 20
Berarti 2^n – 2 >= 20, n = 5, jumlah vlsm = 32
Net prefix = 32 – 5 = 27
Dikarenakan Net prefix berubah maka IP router-nya pun berubah menjadi 200.0.1.128/27 – 200.0.1.159/27 dengan netmask 255.255.255.224
Dengan demikian, maka pembagian host per router sama dengan empat.

Berarti 2^n – 2 >= 20, n = 5, jumlah vlsm = 32
Net prefix = 32 – 5 = 27
Dikarenakan Net prefix berubah maka IP router-nya pun berubah menjadi 200.0.1.128/27 – 200.0.1.159/27 dengan netmask 255.255.255.224
Dengan demikian, maka pembagian host per router sama dengan empat.

Jadi, Subnet untuk per divisi per lantai = 79host + 5 router + NID + BID = 86.
Menggunakan IP Address 200.0.2.0/24
Kali ini kita akan menentukan subnet mask untuk IP Address lokal yang kedua. Yang diketahui sama seperti penentuan subnet mask untuk IP Address lokal pertama tadi. Berarti 2n – 2 >= 86, n = 7, jumlah vlsm = 128
Net prefix = 32 – 5 = 27.
Maka IP router-nya menjadi
IP router menjadi 200.0.2.0/25 – 200.0.2.127/25 dengan netmask 255.255.255.128 dan pembagian host per router sama dengan tujuh. Perhatikan gambar di bawah ini!

Subnet per divisi dengan range IP sesuai kebutuhan dengan VLSM. Maka hasil subnet-nya adalah sebagai berikut:
Net prefix = 32 – 5 = 27.
Maka IP router-nya menjadi
IP router menjadi 200.0.2.0/25 – 200.0.2.127/25 dengan netmask 255.255.255.128 dan pembagian host per router sama dengan tujuh. Perhatikan gambar di bawah ini!

Subnet per divisi dengan range IP sesuai kebutuhan dengan VLSM. Maka hasil subnet-nya adalah sebagai berikut:
Skema Jaringan yang dapat dibentuk



0 Response to " "
Posting Komentar